Jumat, 15 April 2016



PENGARUH SINETRON TELEVISI TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL REMAJA

     Pada era globalisasi ini, banyak tanyangan televisi dengan fungsi menghibur. Menghibur bisa di artikan sebagai penghilang stres, pengundang tawa, pengisi waktu ketika santai, dan lain sebagainya. Tetapi fungsi ini berhenti pada titik menghibur saja, tidak sampai fungsi mendidik. Akibatnya, banyak tayangan menghibur yang justru menjauhi nilai dan norma yang ada dalam masyarakat. Tayangan televisi yang ada justru tidak dianggap tradisional, karena tidak sesuai dengan kehidupan nyata. Bagi anak-anak dibawah umur maupun remaja, tayangan ini bisa menjadi contoh dan teladan (yang buruk).
    Televisi adalah media yang sangat potensial, tidak saja untuk menyampaikan informasi tetapi juga membuat orang terpengaruh, mulai dari tindakan-tindakan fisik yang sederhana, hingga sikap, pandangan, dan nilai serta norma, baik kea rah fositif maupun negative, di sengaja ataupun tidak. Menurut Dwyer (Hutapea, 2010, p. 1) Sebagai media audio visual (pandang dengra) televisi mampu merebut 94% saluran masukan pesan-pesan/informasi ke dalam persepsi manusia yaitu lewat mata dan telinga.
    Misalnya pada tayangan sinetron anak SMA. Perilaku anak SMA yang di cerminkan tidak sesuai dengan perilku anak SMAnyang seharusnya. Kita bisa melihat dari bagaimana penampilan anak SMA di dalam sinetron (seragam tidak rapi, baju di keluarkan, rok yang sangat pendek, perilaku murid yang tidak sopan terhadap guru, konflik yang ada juga terlalu berlebihan dan tidak rasional), ini adalah perilaku yang sangat jauh dari anak SMA yang seharusnya.
Munculnya televisi dalam kehidupan manusia memang menghadirkan suatu peradaban, khususnya dalam proses komunikasi dan informasi yang bersifat massa.globalisasi informasi dan komunikasi setiap media massa jelas melahirkan efek sosial yang bermuatan perubahan nilai-nilai sisial dan budaya manusia (Wawan Kusnadi,1996). (Diahloka, PENGARUH SINETRON TELEVISI DAN FILM, 2012, hal. 3)
    Sudah saatnya kita memberikan respon yang positif terhadap acara televisi yang bermanfaat dan mendidik. Semakin banyak respon terhadap tayangan itu, semakin berkembang pula tayangan itu. Dengan denikian televisi akan memperbanyak tayangan yang lebih bermanfaat bagi penontonnya.

Hutapea, B. (2011). Studi Korelasi Intensitas Menonton Tayangan Yang Mengandung Kekerasan Di Televisi Dengan Perilaku Agresif Pada Anak. Jurnal Psikologi, 3(2).

Diahloka, C. (2012). PENGARUH SINETRON TELEVISI DAN FILM TERHADAP PEREKMBANGAN MORAL REMAJA. REFORMASI, 2(1).

Caraher, M., Landon, J., & Dalmeny, K. (2006). Television advertising and children: lessons from policy development. Public Health Nutrition, 9(05), 596-605.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar