Review Buku
Judul :
“BEGINI SEHARUSNYA MENJADI GURU”
Penulis :
Fuad bin Abdul Aziz asy-Syalhub
Penerbit :
Dar al-Qasim
Halaman :
188 hal
Buku yang saya baca judulnya adalah “BEGINI
SEHARUSNYA MENJADI GURU” yang ditulis oleh Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Salhub.
Mengambil
bagian profesi sebagai guru adalah sesuatu hal yang tidak semua orang mampu
melakukannya. Padahal pekerjaan mendidik seorang generasi muda tidak mesti
harus dibebankan semuanya pada sekolah/madrasah, di rumah orang tua harus mampu
melanjutkan estafet pendidikan moral dan estetika, memberikan kesempatan kepada
seorang anak untuk menerapakan pengetahuannya, dan sebagainya.pengajaran harus
ada kesinambungan antara guru, orang tua dan siswa. Oleh karena itu secara
tidak langsung guru adalah panutan putra-putranya di rumah.
![]() |
| Image |
Dalam
buku ini terbagi dalam tiga bab besar yakni bab pertama menjelaskan tentang
karakter-karakter yang mesti dimiliki seorang pengajar, diantaranya:
mengikhlaskan berilmu untuk Allah SWT, jujur, serasi antara ucapan dan
perbuatan, berakhlaq mulia, bertawadhu’, dan lain-lain (ada sebelas point ynag
harus dimiliki pada bab yang pertama ini). Ciri khas pada buku ini adalah
menjelaskan permasalahan dan dipondasi dengan dalil baik dari Al-Qur’an maupun Hadits,
dan terkadang menggunakan penjelasan para ulama terkait permasalahan, kemudian
di akhir sub bab akan dibuat suatu kesimpulan.
Bab
kedua menjelaskan tugas dan kewajiban guru yang harus dilakukan. Ketika seorang
pendidik mengetahui tugas dan kewajibannya dan kemudian mengikhaskannya untuk
Allah, maka seorang pendidik akan bekerja dari hati, mampu bertahan disetiap
terpaan badai permasalahan anak didik dan lingkunagnnya. Buku ini menguraikan
secara detail dalam tujuh pokok bahasan. Kemudian bab terakhir tentang sistem
dan metode mengajar. Dalam bab tiga pada buku ini mengangkat dua puluh inti
permasalahannya. Variasi mengajar harus disesuaikan dengan karakter materi dan
siswa. Tujuan agar materi pengajaran dapat tersampaikan dengan baik, siswa
tidak jenuh terhadap guru atau pengajarnya. Jadi agar menghasilkan pendidik
yang handal dan tangguh, maka guru dan orang tua harus tau bagian perannya
masing-masing dan cepat tanggap terhadap permasalahannya. Pelajaran utama yang
penting dari terpenting adalah membersihkan nilai-nilai negative dan
virus-virus jahiliyah agar generasi muda mampu menjalani kehidupan yang selamat
dunia akhirat.
Profesi
sebagai pendidik memeng mudah, di pundaknyalah terpikul tanggung jawab yang
agung yaitu membentuk generasi dan mengarahkannya kepada jalan Allah SWT. Yang
harus senantiasa diingat bahwa apa yang diajarkan akan dimintai pertanggung
jawabannya dihadapan Allah SWT, dan janagan sampai predikat sebagai pahlawan
tanpa tanda jasa dengan imabalan kecil, akan ditambah dengan azab di akhirat.
Memang posisi guru adalah posisi sosial yang paling strategis dalam sebuah
sistem, memiliki kedudukan yang tinggi dan utama dalam islam. Guru adalah ujung
tombak gerakan perubahan. Banyak orang tua yang menggantungkan harapan besar
akan masa depan putra putrinya. Didikan dengan sentuhan lembut guru sangat
diharapkan, sehingga masa depan dunia dan akhiratnya bisa dilalui dalam
kehidupan yang fana ini.
Dalam
buku ini saya dapat metodologi mendidik yang penuh teladan, selamat dan lurus
yang diambil dari contoh-contoh sikap Rasulullah SAW dan mendidik para sahabat
Radiyallahu’anhu. Ingat bahwa metode yang baik bisa jadi lebih berpengaruh dari
pada kuatnya materi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar