Sabtu, 07 Mei 2016

REVIEW FILM



REVIEW FILM MERRY RIAN



Merry Riana yang baru saja lulus SMA terpaksa mengungsi ke Singapura karena kondisi di negaranya sedang tidak setabil.walau sebenarnya ingi tetap tinggal, kedua orang tuanya tidak membiarkan. Perjalanan menuju bandara juga bukan aman. Mereka dihadang kawan penjarah dan terpaksa melepas harta benda demi keselamatan. Di bandara, orang tua Merry menjual apa yang menempel di badan dan hanya mampu membeli satu tiket. Yang penting Merry selmat.
Maka merry tiba di Singapura sendirian. Dengan bekal uang yang untuk beli makan lima kali saja akan habis, ia harus mencari tempat tinggal dan berthan hidup. Kuliah dan sukses yang menjadi cita-citanya terasa begitu jauh.

Tapi Merry tak putus asa. Dari media sosial ia temukan sahabatnya Irene yang memang hendak kuliah di sana. Dengan bantuan Irene, Merry mencari relah diantara aturan singapura yang begitu ketat dan, bukan hanya diperbolehkan tinggal di asrama, ia lolos ujian seleksi dan diterima disalah satu perguruan tinggi di sana.senyum Merry lantas hilang ketika itu semua baru bisa didapat bila Merry membayar $40,000. Satu-satunya harapan adalah mengambilstudent loan, yang hanya bisa didapat jika Merry memiliki seorang penjamin. Karena tidak ada kerabat, dan Irene tidak bisa menjadi penjamin, Merry harus mencari seorang mahasiswa senior yang ingin  jadi penjamin.
Maka Merry bertemu dengan Alfa, seorang sebior tampan,yang ia pikir mau menjadi penolongnya. Ia memberi segala macam syarat sebelum akhirnya mau menolong Merry, termasuk menyuruhnya mencari kerja sambilan.
Merry sadar bahwa ia harus kuliah dengan betul, tapi sadar juga bahwa harus sukses secepatnya. Ia ingin membuat orang tuanya bangga.maka sambil kuliah ia berpikir keras untuk melipat gandakan uang yang ia miliki, mulai dari bekerja menyebar brosur, online business sampai main saham beresiko tinggi. Kondisi ekonominya pun naik turun, mulai dari hanya bisa makan roti setiap hari, makan enak sampai balik makan roti lagi. Seperti tak cukup dengan masalah yang ada, kemelut cinta pun terjadi ketika alva menyatakan perasaan padanya, sementara Merry sadar betul Irene tengah jatuh cinta pada alva.
Ini adalah kisah inspiratif perjuangan Merry menghadapi Singapura dan segala peraturannya, mengahadapi cinta masa remaja dan asegala problemnya, dan menghadapi segala rintangan terberat dalam hidup, untuk menjadi sukses.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar